Tag Archive | "Medical"

Flat Belly Diet


A physician can offer advice about exercise programs. The meal plans are low in calories and sugar. You can eat whole grains such as brown rice. The diet is designed to help you lose weight.To began the Flat Belly diet you must drink water. You must drink 2 liters of water in four days. It reduce bloating and constipation. You can blend herbs, spices ad citrus to the water. The Flat Belly diet is a 28 day workout plan.
Read the full story

Posted in MedicalComments (3)

Ketuban Pecah Dini


Ketuban Pecah Dini (KPD) Dilema sering terjadi pada pengelolaan KPD dimana harus segera bersikap aktif terutama pada kehamilan yang cukup bulan, atau harus menunggu sampai terjadinya proses persalinan, sehingga masa tunggu akan memanjang berikutnya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Sedangkan sikap konservatif ini sebaiknya dilakukan pada KPD kehamilan kurang bulan dengan harapan tercapainya pematangan paru dan berat badan janin yang cukup. (2,3,7)

Pengelolaan Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah yang masih kontroversial dalam kebidanan. Pengelolaan yang optimal dan yang baku masih belum ada, selalu berubah. KPD sering kali menimbulkan konsekuensi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi terutama kematian perinatal yang cukup tinggi. Kematian perinatal yang cukup tinggi ini antara lain disebabkan karena kematian akibat kurang bulan, dan kejadian infeksi yang meningkat karena partus tak maju, partus lama, dan partus buatan yang sering dijumpai pada pengelolaan kasus KPD terutama pada pengelolaan konservatif (1,2). Read the full story

Posted in MedicalComments (0)

Pemeriksaan Fisik Abdomen


Suatu gejala merupakan manifestasi subjektif dari gangguan fungsi, dan tidak spesifik untuk suatu penyakit, melainkan lebih condong kepada keadaan patofisiologinya, misalnya gejala febris, bukan hanya merupakan gejala penyakit tifus abdominalis namun dapat timbul juga pada penyakit yg lain seperti influenza, morbili, pneumonia,dsb.

Pada traktus gastrointestinal (GIT) / saluran pencernaan, perubahan patofisiologis dapat berupa perubahan sekresi, perubahan gerakan usus, pencernaan yang tidak adekuat, gangguan penyerapan, atau bahkan suatu sumbatan (obstruksi). Akibat dari gangguan fisiologis tersebut menimbulkan gejala seperti : nyeri abdomen, disfagia, anoreksia, mual, muntah, perut kembung, konstipasi dan diare.

Sebaliknya tanda-tanda fisik penyakit GIT memperlihatkan secara objektif adanya proses patologis dalam rongga abdomen misalnya : nyeri perut, ketegangan dinding perut, terabanya massa, perubahan bunyi bising usus, adanya perdarahan, ikterus, dan stigmata disfungsi hati.

Pada pemeriksaan fisik abdomen sama seperti pemeriksaan abdomen pada Penyakit Dalam yaitu melalui tahapan : inspeksi, perkusi, palpasi dan auskultasi, namun pada penderita yang sangat kesakitan sebaiknya urutan pemeriksaan dari yang tidak menyakitkan dahulu yaitu : inspeksi, auskultasi, perkusi dan palpasi. Dengan sistematika seperti ini diharapkan gejala/tanda dari gangguan pada organ-organ intraabdomen tidak ada yang terlewatkan, misalnya tanda-tanda peritonitis, apendisitis akut, asites, dsb. Read the full story

Posted in MedicalComments (0)

Tips ujian UKDI


Kumpulkan soal UKDI sebanyak mungkin , kelompokkan per bagian dan lakukan analisa dimana clinical reasoning yang dimaksud dan tentu jawabannya lalu apa???  bisa konsultasi dengan dosen di bagian FK

Lihat materi di kuliah / buku sebelumnya , jawaban berbagai test yg sdh pernah dijalani, lihat study guide , dan minta bimbingan secara intens waktu stase koass di tiap bagian terutama topik topik penyakit yang ada di UKDI Latih terus lewat CBT soal UKDI yang sdh tersedia di RS dan diskusikan dengan teman anda Soal UKDI itu mempunyai style spesifik , maka kalau kita bisa mengantisipasi dan lebih fokus insya Allah akan sukses
Read the full story

Posted in MedicalComments (2)

Efusi Pleura


Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapatnya cairan pleura dalam jumlah yang berlebihan di dalam rongga pleura, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura. Dalam keadaan normal, jumlah cairan dalam rongga pleura sekitar 10-200 ml. Cairan pleura komposisinya sama dengan cairan plasma, kecuali pada cairan pleura mempunyai kadar protein lebih rendah yaitu < 1,5 gr/dl.

Read the full story

Posted in MedicalComments (8)

Follow Me